Sabtu, 17 Oktober 2020

Hidup itulah cahaya

 Hidup yang berguna adalah hidup yang bercahaya, hidup yang menerangi sekitarnya. Dalam istilah Jawa,"Urip iku murup", jadi hidup itu menyala. Syarat yang harus dipenuhi agar hidup itu mampu menerangi sekitarnya, adalah mempunyai ilmu. Dengan ilmu yang kita punyai kita harus aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi Jawa mengatakan, ilmu lakune nganti mlaku atau ilmu baru ada manfaatnya ketika ilmu itu bisa memudahkan kehidupan. Maka ilmu yang bermanfaat adalah ilmu memberi kemudahan dalam kehidupan. Ilmu yang baik adalah ilmu menuntun, yang menuntun kehidupan yang sekarang dan menuntun kehidupan setelah hidup. Ilmu yang menuntun terdiri dari kewajiban dan hak, keseimbangan yang harmonis antara kewajiban dan hak. Ketika seseorang mempunyai kesadaran, maka ia akan terikat dengan kewajibannya dan memperoleh haknya. Supaya seorang menjadi hidup, maka ia harus mengelola hak dan kewajiban. Seiring waktu seorang dengan kesadarannya berusaha untuk mencari kemudahan dalam kehidupannya, dengan menguasai segala hak dan kewajiban, itulah yang disebut ilmu. Ilmu pertama yang berhasil diterapkan dalam kehidupan manusia adalah kewajiban memberi dan manusia mendapatkan hak diberi. Seseorang yang berhasil dalam kehidupan berarti ia telah menjalankan, memahami dan menguasai ilmu hak kewajiban.