Sabtu, 17 Oktober 2020

Hidup itulah cahaya

 Hidup yang berguna adalah hidup yang bercahaya, hidup yang menerangi sekitarnya. Dalam istilah Jawa,"Urip iku murup", jadi hidup itu menyala. Syarat yang harus dipenuhi agar hidup itu mampu menerangi sekitarnya, adalah mempunyai ilmu. Dengan ilmu yang kita punyai kita harus aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi Jawa mengatakan, ilmu lakune nganti mlaku atau ilmu baru ada manfaatnya ketika ilmu itu bisa memudahkan kehidupan. Maka ilmu yang bermanfaat adalah ilmu memberi kemudahan dalam kehidupan. Ilmu yang baik adalah ilmu menuntun, yang menuntun kehidupan yang sekarang dan menuntun kehidupan setelah hidup. Ilmu yang menuntun terdiri dari kewajiban dan hak, keseimbangan yang harmonis antara kewajiban dan hak. Ketika seseorang mempunyai kesadaran, maka ia akan terikat dengan kewajibannya dan memperoleh haknya. Supaya seorang menjadi hidup, maka ia harus mengelola hak dan kewajiban. Seiring waktu seorang dengan kesadarannya berusaha untuk mencari kemudahan dalam kehidupannya, dengan menguasai segala hak dan kewajiban, itulah yang disebut ilmu. Ilmu pertama yang berhasil diterapkan dalam kehidupan manusia adalah kewajiban memberi dan manusia mendapatkan hak diberi. Seseorang yang berhasil dalam kehidupan berarti ia telah menjalankan, memahami dan menguasai ilmu hak kewajiban.

Rabu, 05 Februari 2014

Aku dan Bapaku

Aku dan Bapaku
Thursday, October 18, 2012 1:55:36 AM 

Mengenang kepergian bapak yang tercinta, november adalah bulan kepergiannya, tenanglah dialam syurga. Aku sedang berfikir, bagaimana mengembalikan masa-masa dahulu. Masa dimana bapaku sangat dekat denganku, berbicara dari hati kehati, memberi nasehat kepadaku. Memarahiku hingga aku merasa sangat ketakutan dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatanku yang salah. Memberi uang setiap hari sabtu sore karena pada saat itu bapaku telah menerima gaji. Betapa saat itu merupakan waktu yang aku nanti-nantikan bersama kakak-kakakku. Sekarang waktu telah berganti dan masa telah berubah, kini bapaku entah dimana walaupun jasadnya aku tahu dimana diletakkan, tapi aku tidak tahu dimana rohnya kini berada. Aku akan selalu merindukannya dan selalu mendoakan agar bapaku senantiasa berbahagia dialam surga sana. Terlepas dari perbuatan bapaku semasa hidup, merupakan kewajiban untuk mendoakannya dan memohon kepada Tuhan agar bapaku ditempatkan disisiNya yang kelak Tuhan akan memerintah bapaku masuk kealam Syurga yang fana. Amin

Kekristenanku

Kekristenanku 
 Wednesday, October 24, 2012 4:12:24 PM 

Aku mengenal ajaran Kristen sejak aku berumur 10 tahun, waktu itu aku masih duduk dikelas 3. Mulanya aku diajak oleh kakakku pergi kesekolah minggu diGBI Pekunden. Dan terus berlanjut sampai aku dibaptis pada tahun 1986, mungkin waktu itu aku masih duduk dikelas 2 SMA. Aku dibaptis dengan nama baru yakni Titus Kasworo, sebuah nama pemberian dari pendetaku bapak Tommy Lombouwan. Aku kepingin memberi sebuah gambaran tentang sosok pendeta yang aku kagumi dan cintai ini, beliau adalah seorang yang pendiam, ini terlihat bentuk raut wajahnya yang kalem, sangat rapi rambutnya dan selalu terlihat licin. Menurut pengakuan istrinya tante tenny, beliau tak akan bicara jika tidak diajak bicara padahal jika sudah diatas mimbar khotbahnya sangat berapi-api dan tidak menjemukan. Dahulu waktu masih ikut dalam kebaktian remaja, aku juga mempunyai pendeta favorite, sayang aku lupa namanya tetapi aku masih ingat gayanya berkotbah. Orang sudah tua, sudah keriput, giginya sudah banyak yang ompong, selalu membawa tongkat, memakai jas model belanda dan dalam kotbah selalu anggota keluarganya yang diceritakan.

Keyakinan dan Kepercayaan

Keyakinan dan Kepercayaan 
Monday, October 29, 2012 1:55:53 PM 

Manusia adalah makhluk individu, ketika mereka dalam kesendirian, dalam perenungan dan mencari jati diri ternyata mereka adalah makhluk yang tak berdaya. Sehingga manusia mencari sosok yang mampu menjaga jiwanya, jangan sampai jiwa ini menjadi kosong. Jiwa ini harus mampu mengimbangi kebutuhan raganya, karena setelah raga ini terpenuhi ternyata manusia merasakan ada kurang dan harus dipenuhi kebutuhannya. Kemudian manusia yang telah dikuasai oleh nafsu kematerialannya menjadi heran, mengapa kebutuhannya belum lengkap padahal segala sesuatunya sudah ia dapatkan seperti harta, tahta, wanita, dan kekuasaan. Dia baru sadar kalau ada sesuatu yang masih kosong dirinya, jiwanya masih kosong. Kebutuhan jiwa mutlak dipenuhi, jika tidak jiwa ini akan menuntut, jiwa ini akan menyadarkan dan jiwa ini akan menjadi jembatan dari manusia ini dengan sesuatu yang tak terlihat namun lebih berkuasa daripada manusia itu sendiri. Sehingga manusia harus mencari sesuatu yang tidak terlihat itu. Kemudian kembali lagi sebagai makhluk individu, yang harus melihat dirinya sendiri, mencari dirinya sendiri dan menemukan dirinya sendirinya. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk yang terbatas, maka dalam pencariannya ia memerlukan orang lain untuk menemukan sesuatu yang tak terlihat namun lebih berkuasa dari dirinya, manusia...

Kenangan terakhir bapak

Kenangan terakhir bapak 
Thursday, November 1, 2012 1:40:25 PM 

Masih ingat dalam ingatanku, ketika bapak masih dirawat diRS TELOGO REJO, waktu itu dokter menyarankan agar diadakan pembedahan otak untuk mengeluarkan cairan didalamnya. Ketika itu ibu meminta pertimbangan kepada aku, kontan langsung saja aku menyanggupi, agar operasi segera dilakukan dan biaya operasi aku yang menanggung. Dan operasi berjalan dengan lancar dan bapak diperkenankan pulang agar bisa dirawat dirumah. Mendengar kabar bahwa bapak bisa dirawat dirumah padahal bapak belum sembuh benar inilah yang sebenarnya menyusahkan hatiku. Entah sadar atau tidak pada hari itu aku menangis tersedu-sedu tidak melihat keadaan dan tempat, sampai didepan bu Hesti manager cater waktu itu aku bisa menangis tersedu-sedu sambil menyampaikan alasanku tidak bisa melaksanakan tugas karena hari itu aku menjemput bapaku pulang dari rumah sakit. Dirumah sakit aku tidak sanggup melihat keadaan bapaku, aku menangis namun tidak seorangpun anggota keluargaku yang tahu. Firasatku mengatakan bahwa raga bapaku tidak akan bertahan lama dan bapaku akan beristirahat panjang. Sampai dirumah bapak dibaringkan dikamarnya, aku mendekatnya untuk melihat keadaanya dan bapaku bertanya kepadaku, apakah aku tidur disini lalu aku menjawabnya tidak aku pulang kerumah-kontrakan, bapak terdiam dan itu menjadi pembicaraanku yang terakhir dengan bapaku yang tercinta...

Kelahiran anak pertamaku

Kelahiran anak pertamaku Wednesday, November 21, 2012 1:07:51 PM 

Hampir 14 tahun aku mengarungi bahtera rumah-tangga bersama istriku Rina, tepat tanggal 5 desember adalah tanggal perkawinan. Setelah melewati dua tahun perkawinan, anakku yang pertama lahir tepatnya tanggal 13 february 2001, yang diberi nama Febryan Alvito Deannova. Masa kehamilan anakku yang pertama dihabiskan diperumahan Beringin Lestari Ngaliyan. Hampir setiap hari aku dan istriku naik turun dari rumah kontrakan ke Ronggowasito atau kerumah ibuku di Batan Miroto. Menjelang kelahiran anakku aku sengaja pindah rumah mertua dan ibuku untuk mendekati rumah persalinan. Minggu malam istriku mengalami kontraksi namun masih bisa ditahan hingga senin pagi aku larikan ke rumah bersalin Mardi Waluyo, namun masih pembukaan pertama daripada kelamaan disuruh pulang dahulu. Pada sore hari istriku kontraksi lagi, kali ini aku larikan kepuskesmas pandanaran. Disana masuk sekitar pukul 5, namun hingga tengah malam belum juga lahir anakku sampai selasa pagi... Ada apa dengan anakku ini? Menjelang siang diputuskan untuk dibawa keRS, pilihan jatuh ke RS PANTI WILOSO Citarum. Disana diadakan pemeriksaan harus segera dilakukan operasi Ceasar karena air ketuban sudah kering dan mengalami pembengkakan pada pintu rahim, akhirnya pukul 7 sore dilakukan operasi oleh dr Soetrisno hingga anak yang pertama lahir dengan selamat...PUJI TUHAN!

Sabtu, 20 Juli 2013

Master Piece sang Gibran

Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.
Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa
depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.
Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.
Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.
Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang
Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang
melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang
mantap.