Hidup yang berguna adalah hidup yang bercahaya, hidup yang menerangi sekitarnya. Dalam istilah Jawa,"Urip iku murup", jadi hidup itu menyala. Syarat yang harus dipenuhi agar hidup itu mampu menerangi sekitarnya, adalah mempunyai ilmu. Dengan ilmu yang kita punyai kita harus aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi Jawa mengatakan, ilmu lakune nganti mlaku atau ilmu baru ada manfaatnya ketika ilmu itu bisa memudahkan kehidupan. Maka ilmu yang bermanfaat adalah ilmu memberi kemudahan dalam kehidupan. Ilmu yang baik adalah ilmu menuntun, yang menuntun kehidupan yang sekarang dan menuntun kehidupan setelah hidup. Ilmu yang menuntun terdiri dari kewajiban dan hak, keseimbangan yang harmonis antara kewajiban dan hak. Ketika seseorang mempunyai kesadaran, maka ia akan terikat dengan kewajibannya dan memperoleh haknya. Supaya seorang menjadi hidup, maka ia harus mengelola hak dan kewajiban. Seiring waktu seorang dengan kesadarannya berusaha untuk mencari kemudahan dalam kehidupannya, dengan menguasai segala hak dan kewajiban, itulah yang disebut ilmu. Ilmu pertama yang berhasil diterapkan dalam kehidupan manusia adalah kewajiban memberi dan manusia mendapatkan hak diberi. Seseorang yang berhasil dalam kehidupan berarti ia telah menjalankan, memahami dan menguasai ilmu hak kewajiban.
Akulah Blogger
Sabtu, 17 Oktober 2020
Rabu, 05 Februari 2014
Aku dan Bapaku
Kekristenanku
Keyakinan dan Kepercayaan
Kenangan terakhir bapak
Kelahiran anak pertamaku
Kelahiran anak pertamaku Wednesday, November 21, 2012 1:07:51 PM
Hampir 14 tahun aku mengarungi bahtera rumah-tangga bersama istriku Rina, tepat tanggal 5 desember adalah tanggal perkawinan. Setelah melewati dua tahun perkawinan, anakku yang pertama lahir tepatnya tanggal 13 february 2001, yang diberi nama Febryan Alvito Deannova. Masa kehamilan anakku yang pertama dihabiskan diperumahan Beringin Lestari Ngaliyan. Hampir setiap hari aku dan istriku naik turun dari rumah kontrakan ke Ronggowasito atau kerumah ibuku di Batan Miroto. Menjelang kelahiran anakku aku sengaja pindah rumah mertua dan ibuku untuk mendekati rumah persalinan. Minggu malam istriku mengalami kontraksi namun masih bisa ditahan hingga senin pagi aku larikan ke rumah bersalin Mardi Waluyo, namun masih pembukaan pertama daripada kelamaan disuruh pulang dahulu. Pada sore hari istriku kontraksi lagi, kali ini aku larikan kepuskesmas pandanaran. Disana masuk sekitar pukul 5, namun hingga tengah malam belum juga lahir anakku sampai selasa pagi... Ada apa dengan anakku ini? Menjelang siang diputuskan untuk dibawa keRS, pilihan jatuh ke RS PANTI WILOSO Citarum. Disana diadakan pemeriksaan harus segera dilakukan operasi Ceasar karena air ketuban sudah kering dan mengalami pembengkakan pada pintu rahim, akhirnya pukul 7 sore dilakukan operasi oleh dr Soetrisno hingga anak yang pertama lahir dengan selamat...PUJI TUHAN!
Sabtu, 20 Juli 2013
Master Piece sang Gibran
Anakmu bukanlah milikmu,
mereka adalah putra putri sang Hidup,
yang rindu akan dirinya sendiri.
Mereka lahir lewat engkau,
tetapi bukan dari engkau,
mereka ada padamu, tetapi bukanlah milikmu.
Berikanlah mereka kasih sayangmu,
namun jangan sodorkan pemikiranmu,
sebab pada mereka ada alam pikiran tersendiri.
Patut kau berikan rumah bagi raganya,
namun tidak bagi jiwanya,
sebab jiwa mereka adalah penghuni rumah masa
depan,
yang tiada dapat kau kunjungi,
sekalipun dalam mimpimu.
Engkau boleh berusaha menyerupai mereka,
namun jangan membuat mereka menyerupaimu,
sebab kehidupan tidak pernah berjalan mundur,
ataupun tenggelam ke masa lampau.
Engkaulah busur asal anakmu,
anak panah hidup, melesat pergi.
Sang Pemanah membidik sasaran keabadian,
Dia merentangkanmu dengan kuasaNya,
hingga anak panah itu melesat jauh dan cepat.
Bersukacitalah dalam rentangan tangan Sang
Pemanah,
sebab Dia mengasihi anak-anak panah yang
melesat laksana kilat,
sebagaimana dikasihiNya pula busur yang
mantap.