Kamis, 11 Juli 2013

Bisnis properti, waspada...

Janganlah berpikir aku mempunyai preperti yang banyak dan besar, aku hanya mempunyai satu rumah yang kebetulan belum aku tempati. Daripada tidak produktif aku mencoba untuk menyewakan kepada orang yang menbutuhkan. Ternyata banyak sekali yang berminat, sehingga tidak memerlukan negosiasi yang rumit,  rumahku dikontrak orang dengan perjanjian lisan bahwa kontraktor akan merawat dan memperbaiki beberapa bagian yang rusak karena kita memberikan diskon yang cukup besar.
Namun pada akhir masa kontrak, banyak perjanjian yang telah dilanggar, sehingga rumahku semakin rusak parah dan tidak terawat. Aku harus mengadu kemana nich? Tidak ada perjanjian tertulis faktanya rumahku semakin parah.
Ketika aku membutuhkan uang untuk menyekolahkan anakku, aku mencoba untuk menyewakan kembali rumahku, namun sudah ada dua orang yang menolak karena keadaannya begitu. Sekarang aku sedang berpikir keras, bagaimana memperbaiki rumah dan membiayai sekolah anak.
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar